Ketika Lembur Aku Sendirian Di Kantor Bersama Bosku Yang Genit Ena Koume - Indo18 Apr 2026
“Tapi aku suka bahaya,” kataku akhirnya, menoleh. Menantang.
Jam menunjukkan pukul 22.00. Lantai 12 gedung perkantoran itu hanya diterangi lampu meja dan bias layar laptop. Aku—Maya—sedang merapikan laporan Q3 yang harus dikirim subuh nanti. Suara AC menjadi satu-satunya teman, hingga... “Tapi aku suka bahaya,” kataku akhirnya, menoleh
“Saya hanya lembur, Pak,” jawabku kaku, mataku tetap pada layar. Lantai 12 gedung perkantoran itu hanya diterangi lampu
Pintu ruang eksekutif terbuka. Keluar Arka, direktur muda dengan kemeja lengan digulung sampai siku, dasi sudah longgar, dan senyum yang tidak pernah benar-benar ramah—selalu ada ujung genit di sudut bibirnya. “Saya hanya lembur, Pak,” jawabku kaku, mataku tetap
Alis Arka naik. Dia tersenyum lebar, lalu menekan tombol remote di sakunya. Lampu ruangan mati satu per satu, hanya menyisakan backlight dari jendela kaca yang merefleksikan siluet kami berdua.
“Masih di sini, Maya?” suaranya parau, sengaja diatur serendah mungkin. “Atau... kau sengaja menungguku?”
Malam lembur yang seharusnya sepi berubah menjadi ajang permainan psikologis ketika Maya—seorang staf pemasaran yang ambisius—tertinggal sendirian di kantor bersama Arka, bosnya yang terkena genit dan karismatik. Terinspirasi dari gaya menggoda ala Ena Koume (tokoh fiksi dalam cerita dewasa Jepang yang lihai memainkan tatapan dan sentuhan), Arka membuat Maya terperangkap dalam pusaran rayuan yang sulit ditolak. Cuplikan Narasi (Write-Up):